Menurut undang-undang No. 36 Tahun 1999 mengenai
Telekomunikasi pada pasal 38 yang berisikan “Setiap orang dilarang melakukan
perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap
penyelenggaraan telekomunikasi”. Pada undang-undang ini lebih terfokus kepada
gangguan yang bersifat infrastruktur dan proses transmisi data, bukan mengenai
isi content informasi. Dengan munculnya undang-undang ini membuat terjadinya
perubahan dalam dunia telekomunikasi.
Peraturan dan Regulasi UU No.36 tentang Telekomunikasi
00.46 |
Label:
Etika & Profesionalisme TSI
Read User's Comments(0)
Peraturan dan Regulasi UU No.19 tentang Hak Cipta
00.43 |
Label:
Etika & Profesionalisme TSI
Hak cipta adalah hak
eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil
penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan
"hak untuk menyalin suatu ciptaan". Hak cipta dapat juga memungkinkan
pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan.
Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas. Hak
cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta
berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten,
yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan
merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah
orang lain yang melakukannya.
Membuat Relasi Antar Tabel (Join Table) Pada MySQL
21.04 |
Label:
Pemrograman Berbasis Web
Membuat Halaman Web Tentang Biografi Menggunakan HTML
07.45 |
Label:
Pemrograman Berbasis Web
Dalam
postingan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana membuat suatu halaman web
berekstensi HTML dengan isi biografi dari BJ. Habibie. Biografi ini diambil
dari laman http://www.profilpedia.com/2014/05/biografi-bj-habibie-sang-presiden-ke-3.html.
Dalam membuat suatu halaman web dengan ekstensi HTML kita bisa menggunakan
notepad, notepad ++ atau dengan aplikasi desain dan pengembangan web seperti
Dreamweaver.
Modus Kejahatan di Bidang IT
23.13 |
Label:
Etika & Profesionalisme TSI
Kejahatan dunia maya (Inggris:
cybercrime) adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan
dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat
terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah
penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu
kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak,
dll.
Etika, Profesi dan Etika Profesi
23.12 |
Label:
Etika & Profesionalisme TSI
Etika (Yunani
Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah
sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai
atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep
seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi)
menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).
E-Government
05.32 |
Label:
Pengantar Telematika
E-government adalah istilah mengenai kegiatan pemerintahan yang
menggunakan media teknologi dan informasi, dalam memberikan informasi dan
pelayanan untuk warganya, serta hal-hal yang lainnya yang berhubungan dengan
pemerintahan. E-government merupakan pemanfaatan telematika dalam bidang
pemerintahan. Dalam e-government telematika lebih kepada membantu dalam konteks
pembangunan. Baik negara maju maupun berkembang, telematika digunakan dalam
beberapa sektor seperti menurunkan biaya untuk mengakses informasi,
berkomunikasi dan melaksanakan berbagai kegiatan transportasi.
3 Cara Melatih Kemampuan Berbicara
22.40 |
Label:
Pengantar Telematika
Apa yang dimaksud dengan berbicara?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berbicara adalah berkata;
bercakap; berbahasa. Setiap orang di dunia tentu bisa berbicara, karena
berbicara merupakan hal dasar yang diajarkan saat kita masih berumur 1-2 tahun.
Berbicara adalah salah satu cara kita berkomunikasi antara satu dengan yang
lainnya.
Teknologi Hologram
06.32 |
Label:
Pengantar Telematika
Pernahkah
kita terpikirkan bagaimana teknologi hologram 3D seperti yang ada di film-film
holywood bisa ditampilkan di dunia nyata? Atau kita mulai merasa lelah menonton
film 3D di bioskop dengan alat bantu kacamata 3D? Para ilmuwan dari Universitas
Arizona telah mengembangkan sebuah teknologi untuk menyimpan data dalam
jumlah besar dalam bentuk holografik. Menurut salah satu ilmuwan Nasser
Peyghambarian, optik Hologram akan menawarkan aplikasi masa depan dalam
pengobatan dan manufaktur serta dalam industri hiburan. Tim peneliti dari
Universitas Arizona telah mengumumkan bahwa mereka berhasil mengembangkan
gerakan tercepat hologram 3D.
Antarmuka Telematika
06.08 |
Label:
Pengantar Telematika
Sebelum
membahas mengenai antarmuka telematika, sebaiknya kita mengetahui arti dari
antarmuka itu sendiri. Antarmuka pengguna atau yang biasa disebut User
Interface merupakan bentuk tampilan grafis yang berhubungan langsung dengan
pengguna (user). User Interface berfungsi untuk menghubungkan / penterjemah
informasi antara pengguna dengan sistem operasi,
sehingga komputer tersebut bisa digunakan. User interface, dengan
demikian, bisa juga diartikan sebagai mekanisme inter-relasi atau integrasi
total dari perangkat keras dan lunak yang membentuk pengalaman bekomputer. Dari
sisi software ia bisa berbentuk Graphical User Interface (GUI) atau
Command-Line Interface (CLI).
Goal Line Technology
18.26 |
Label:
Pengantar Telematika
Teknologi tidak hanya merambah dunia pendidikan,
kesehatan maupun telekomunikasi saja. Dunia olahraga saat ini juga mulai
menggunakan teknologi dalam suatu pertandingan-pertandingan level
internasional. Baru-baru ini di Piala Dunia 2014 penerapan teknologi garis
gawang atau Goal Line Technology (GLT) membuktikan kehandalannya dalam
pertandingan antara Perancis VS Honduras. Bisa dilihat pada gambar di bawah
ini, gol tersebut sekilas tidak akan terlihat oleh wasit, karena kiper dengan cepat mengambil bola tersebut keluar dari gawang, posisi kiper pun membelakangi wasit sehingga wasit tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Layanan Telematika dalam Kehidupan Sehari-Hari
05.42 |
Label:
Pengantar Telematika
Dengan semakin berkembangnya Teknologi pada saat ini
maka semakin mudahnya setiap orang untuk mendapatkan berita secara mudah dan
cepat baik itu dari media cetak misalnya Koran, majalah dalam bentuk tulisan
ataupun dalam bentuk gambar-gambar yang sesuai dengan kejadian-kejadian yang
sebenarnya, sedangkan pada media visual misalnya Televisi yang menampilkan
gambar yang bergerak.
Arsitektur Sisi Client dan Server
05.41 |
Label:
Pengantar Telematika
Klien-server atau client-server merupakan
sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk
mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server.
Tren Telematika
05.40 |
Label:
Pengantar Telematika
Trend telematika di Indonesia pada umunya akan
berkembang dengan pesat dengan seiring berkembangnya teknologi informasi.
Masyarakat saat ini tidak harus bersusah payah untuk menghubungi kerabat, teman
atau keluarga mereka atau hanya sekedar mencari informasi. Mereka sudah bisa
mendapatkan informasi melalui fasilitas telepon, internet dan dapat melihatnya
melalui televisi. Trend tersebut akan berkembang lebih pesat lagi bila diiringi
dengan sumber daya yang mumpuni.
Perkembangan Telematika
05.39 |
Label:
Pengantar Telematika
Istilah telematika merupakan adopsi dari bahasa
asing. Kata telematika berasal dari kata dalambahasa Prancis, yaitu
telematique. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora
dan Alain Minc dalam bukunya yang berjudul L’informatisation de la Societe.
Pengertian Telematika
06.33 |
Label:
Pengantar Telematika
Telematika
berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem
jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Menurut
instruksi presiden RI no.6 tahun 2001 tentang kerangka kebijakan perkembangan
dan pendayagunaan telematika di Indonesia didapat pengertian telematika sebagai
berikut : “……. Telekomunikasi, media dan informatika atau disingkat sebagai
teknologi telematika…”
Bibliografi
06.49 |
Label:
Bahasa Indonesia 2
Pengertian Bibliografi
Kata bibliografi berasal dari bahasa Yunani dengan akar kata Biblion: yang
berarti buku dan Graphein: yang berarti menulis, maka kata Bibliografi secara
harfiah berarti penulisan buku.Dalam hal ini maka bibliografi berarti kegiatan
teknis membuat deskripsi untuk suatu cantuman tertulis atau pustaka yang telah
diterbitkan, yang tersusun secara sistematik berupa daftar menurut aturan yang
dikehendaki. Dengan demikian tujuan bibliofrafi adalah untuk mengetahui adanya
suatu buku/pustaka atau sejumlah buku/pustaka yang pernah diterbitkan.
Kutipan dan Catatan Kaki
18.21 |
Label:
Bahasa Indonesia 2
Definisi Kutipan dan Catatan Kaki
Kutipan adalah salinan kalimat, paragraf, atau pendapat
dari seorang pengarang atau ucapan seseorang, yang diambil dari buku, jurnal,
artikel, majalah, ensiklopedi dan sebagainya. Kutipan adalah
pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika
ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber
aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau media
lainnya. Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah
setiap lembaran akhir bab sebuah karangan ilmiah. Catatan kaki biasa
digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan
atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan/bibliografi.
Kesimpulan Dan Saran Dari Laporan Bahasa Indonesia
21.04 |
Label:
Bahasa Indonesia
Kesimpulan
Kutipan adalah pengulangan satu
ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip
terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan
ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip.
Daftar pustaka merupakan sebuah halaman yang wajib ketika membuat buku atau
karya tulis, hampir semua karya tulis selalu mencatumkan daftar pustaka diakhir
karangannya, hal ini dibuat untuk mempermudah pembaca yang ingin meninjau lebih
jauh tentang apa yang sudah ditulis, selain itu bisa juga sebagai acuan untuk
melakukan pengecakan apakah sudah sesuai dengan buku yang tertera dalam daftar
pustaka.
Rangkuman Artikel Koran
21.02 |
Label:
Bahasa Indonesia
Kompas edisi Rabu, 9 Oktober 2013
Judul : Partai Berbasis Islam Butuh Capres Kuat
Penulis : Ilham Khoiri
Perjalanan
parpol berbasis Islam dalam sejarah Politik di Indonesia cukup baik seiring
dengan perolehan total suara parpol berbasis Islam pada Pemilu yang cukup
tinggi. Diawali pada tahun 1955, total suara parpol Islam mencapai 43,7 persen
suara, bahkan partai Masyumi berada di urutan kedua dibawah PNI dengan 20,92
persen suara. Pada Pemilu 1999, sembilan partai berbasis massa Islam lolos ke
parlemen dengan total perolehan 35,45 persen suara, perolehan ini meningkat di
tahun 2004 menjadi 37,56 persen ketika ada enam partai Islam lolos di parlemen.
Di Pemilu 2009 hanya empat parpol berbasis massa Islam di parlemen dengan total
perolehan suara 24,15 persen. Bahkan pada 1999 parpol berbasis massa Islam
berhasil membangun koalisi dan sukses mendudukkan KH Abdurahman Wahid sebagai
Presiden, padahal Pemilu dimenangi PDI-P. Di Pemilu 2014 gagasan koalisi parpol
berbasis massa Islam kembali mencuat dengan Suryadharma Ali (PPP) sebagai
capresnya, namun gagasan itu tidak begitu saja diamini, karena peta Pilpres
2014 tidak ditentukan faktor ideologis melainkan elektabilitas. Dalam konteks
ini koalisi agamis-nasionalis lebih penting ketimbang poros parpol Islam yang
secara elektoral kurang prospektif. Parpol berbasis massa Islam harus dapat
menyamakan persepsi dengan isu-isu krusial bangsa Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)











